Pusat Informasi Batik

Klik—>PasarBatikPekalongan.Com

Kokohkan Batik Indonesia Di Pentas Dunia

Posted by admin2 on February 24, 2012 in Artikel with No Comments


Usaidikukuhkan sebagai warisan tradisi kesenian dan kebudayaan bangsa secara internasional oleh UNESCO, pekerjaan rumah untuk terus mengusung batik di pentas dunia tidak terhenti di sana. Karenanya, ajang World Batik Summit (WBS) pun digagas.

Batik yang dicintai masyarakat Indonesia mungkin sudah tak lagi diragukan. Dukungan masyarakat untuk melestarikan kain adati tersebut semakin menggelora di lubuk hati warga Indonesia. Hal tersebut dapat terlihat dari kesadaran masyarakat yang menjadikan batik sebagai bagian dari keseharian. Bahkan setiap satu pekan, para pegawai BUMN mengenakan batik sebagai busana kantor.

Dengan dukungan tersebut, batik menjadi tuan rumah di negeri sendiri pun terwujud sudah. Meski begitu positifnya dukungan masyarakat, kita jangan dulu berlega hati. Pekerjaan rumah untuk mengharumkan batik agar mendunia menjadi tantangan selanjutnya yang perlu direalisasikan. Penyelenggaraan World Batik Summit menjadi sebuah langkah nyata untuk kian mengharumkan batik di pentas internasional.

“Perhelatan ini adalah bentuk tanggung jawab kami atas kelanjutan batik setelah UNESCO memberi kepercayaan kepada Indonesia atas pengakuan batik sebagai warisan tradisi kesenian dan kebudayaan bangsa Indonesia,” ujar Jultin Ginandjar Kartasasmita, salah satu pendiri Yayasan Batik Indonesia saat konferensi pers World Batik Summit di Ruang Cempaka Kementrian Perindustrian dan Perdagangan.

Senada dengan Jultin, Ketua Panitia WBS Doddy Soepardi mengatakan, bahwa selama ini batik memang mendunia. Namun, Indonesia tetap menjadi rumahnya.(fir.10)

Incoming search terms:

Batik Bercorak Alam

Posted by admin2 on February 24, 2012 in Artikel with No Comments


Bila melihat sejarah, batik telah tumbuh sejak puluhan tahun silam di Sukabumi. Keberadaannya meredup seiring terputusnya regenerasi pengrajin batik di daerah tersebut. Namun pada tahun 2011 ini, usaha batik di Sukabumi kembali bergeliat. Kini, Sukabumi tidak hanya dikenal sebagai Kota Mochi, tapi lambat laun dikenal sebagai kota batik yang mulai terkenal.

Kondisi ini salah satunya dipicu oleh sepak terjang Koperasi Aspirasi Masyarakat (Kopasmara). Di bangunan seluas kurang lebih 4 meter x 5 meter di Jalan Proklamasi, Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, batik dengan motif sumbar daya alam khas Sukabumi tercipta.

“Bukan hanya hewan penyu dan daun kole, kekayaan alam Sukabumi lainnya yang dijadikan motif untuk dijadikan bahan batik, adalah gunung, rimba, laut, dan pantai yang dikenal dengan singkatan gurilap serta motif daun teh, bunga lili, dan ikan jangilus. Hasilnya cukup memuaskan, produk batik yang dihasilkan menarik perhatian para pencinta batik nasional. Pesanan datang dari berbagai daerah,” ujar Panji, pengelola Kopasmara.

Sejauh ini, koperasi yang dikelola anggota DPR RI Inggrid Kansil tersebut belum sepenuhnya berorientasi produksi, tapi masih berkutat pada pengembangan atau pemberdayaan sumber daya manusia. Akibatnya, usaha batik Sukabumi masih berjalan di tempat.

“Jumlah pengrajin batik masih sangat terbatas, hanya sekitar 22 orang. Idelanya, untuk bisa menghasilkan produk batik yang banyak, setidaknya dibutuhkan tenaga terampil lebih dari 50 orang. Karena itulah, kami masih menitikberatkan pada pemberdayaan sumbar daya manusia terlebih dahulu,” tegas Panji.

Diakui pembina Kopasmara,Tenny Hasyanti, pengembangan batik khas Sukabumi masih banyak menemui kendala. Bukan hanya keterbatasan pengrajinnya, tapi juga keterbatasan alat dan bahan produksi batik, seperti canting atau pena batik, larutan pelorot warna, serta kain. Alhasil, seluruh kebutuhan batik masih sepenuhnya didatangkan dari Jawa tengah.

“Masih menemui kendala, untuk bahan-bahannya saja harus didatangkan dari luar daerah. Untuk meminimalisir kendala itu, kami sudah melakukan upaya terobosan dengan membuat bahan pelorot warna dari buah manggis yang memang banyak ditemukan di Sukabumi,” papar Tenny.

Dia mengatakan, pada 2009, batik buatannya telah diresmikan oleh Pemda Kota Sukabumi sebagai batik ciri khas kota Sukabumi. Namun hal ini masih bersifat lokal mungkin pada tahun-tahun mendatang bisa menembus pasar Internasional. (fir.09)

Incoming search terms:

Ciri Batik Pekalongan

Posted by admin2 on February 24, 2012 in Artikel with No Comments


Batik Pekalongan adalah batik yang sangat terkenal dan kota Pekalongan sendiri dikenal sebagai kota batik yang mempunyai potensi besar dalam kegiatan pembatikan yang berkembang dengan pesat. Batik juga yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakatnya.

Ciri-ciri batik Pekalongan adalah memiliki warna dan corak khas yang telah menjadikannya begitu dikenal di nusantara. Bahkan hasil produksi batiknya telah diekspor ke berbagai Negara di dunia seperti Amerika, Australia, Jepang, Korea, Timur Tengah dan Negara lainnya.

Batik Pekalongan merupakan batik pesisir sama halnya dengan batik Paoman dari Indramayu yang kaya akan warna dan biasanya bersifat naturalis. Batik Pekalongan juga banyak dipengaruhi oleh warga pendatang dari bangsa Cina dan Belanda pada zaman dahulu.

Meskipun ciri-ciri batik Pekalongan motifnya mirip dengan batik Yogya atau batik Solo namun batik Pekalongan sangat bebas dan menarik karena dimodifikasi dengan banyak variasi warna yang atraktif. Kadang, banyak dijumpai juga batik Pekalongan yang memiliki hingga 7 warna dengan kombinasi yang dinamis.batik Jlamprang adalah salah satu motif batik Pekalongan yang populer dan telah diabadikan menjadi salah satu nama jalan di Pekalongan.

Batik Pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang pada banyak pengusaha kecil. Sejak dahulu, batik Pekalongan dikerjakan di rumah-rumah penduduk. Ini mengakibatkan batik Pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakatnya.

Pekalongan adalah tempat yang tepat untuk para pecinta batik yang ingin mencari batik beserta aksesorisnya karena Pekalongan adalah gudangnya batik dari mulai batik tulis, cap, maupun printing dengan harga yang bervariasi.(fir.08)

Incoming search terms:

Pembatik Tulis Mulai Punah

Posted by admin2 on February 24, 2012 in Artikel with No Comments


Sungguh ironi ragam batik di indonesia sudah diakui sebagai warisan asli budaya nusantara namun lain halnya di madiun bagian selatan tepatnya di desa sewulan dan sekitarnya.

Sewulan merupakan daerah perdikan dari kerajaan mataram budaya membatik saat ini sudah nyaris punah ditelan oleh modernisasi tehnologi dimana harga batik Printing dan cap lebih murah dan harga batik tulis lebih mahal. Di karenakan dari hal pengerjaan batik tulis lebih lama dan lebih rumit di banding kan batik printing.

Seiring perkembangan jaman saat ini tinggal 5 orang yang berprofesi menjdi pembatik itupun hanya sebagai sambilan usai melakukan kegiatan rutinitas rumah tangga dan usia pembatik inipun sudan tua sedang generasi penerus ogah ogahan karena proses pewarnaan ( WEDEL ) atau pencelupan harus dibawa ke bekonang sukoharjo jateng atau solo. Dahulu di ponorogo ada, namun pengusaha wedel tsb meninggal dan diwariskan ke anaknya dan malah diboyong ke jOGJA usaha wedel tersebut praktis dari tahun 1989 sampai dengan  sekarang . Proses pewarnaan harus ke Surakarta.

Sebenarnya motif batik trdisional madiun selatan sama dengan di solo maupun jogja, antara lain jenis jenis batik tersebut adalah semen romo, parang rusak, sidomukti, parang barong, bledag dan lain-lain . Hanya ada satu motif kembang jeruk dengan pewarnaan colet (VIOLET) lebih tegas dan Merupakan ciri khas batikasli madiun . sampai saat ini campurtangan pemerintah untuk melestarikan batik madiun kurang maksimal. Oleh karena itu hendak nya pemerintah harus lebih memperdulikan batik asal madiun agar tidak punah dan tidak di klaim oleh negara lain.(fir.07)

Incoming search terms:

Memilih Batik Anak

Posted by admin2 on February 23, 2012 in Artikel with No Comments


Bagaimana cara anda memilih bahan batik yang baik untuk anak anda? Batik sebagai salah satu peninggalan budaya indonesia kini makin digemari. Hampirdi  setiap kantor dan sekolah mewajibkan penggunaan batik di hari jumat. Dikarenakan agar batik tidak di klain oleh negara lain.  Selain itu kini mulai banyak desainer yang menggunakan bahan batik untuk rancangan busana mereka, dikarenakan batik sudah mulai populer di dalam negeri ataupun luar negeri.Batik terdiri dari beragam jenis . Mulai dari jenis batik tulis, batik lurik, batik cap hingga batik cetak..

Membiasakan anak memakai batik juga dapat mengajarkan mereka untuk mencintai budaya bangsa kita. Nah seperti apa bentuk dan model batik yang cocok untuk anak? Sekarang ini anda bisa dengan mudah menemukan model batik anak terkini melalui banyak toko online yang menjual batik anak mulai dari batik tidur anak, batik muslim anak dan juga batik daster anak.

Memilih batik anak harus lah berbahan lembut jangan berbahan kasar, karena anak-anak mudah risih dengan pakaian nya apalagi pakaian yang berbahan dasar yang kasar. Dan juga pilih lah warna batik yang agak mencolok karena anak-anak suka dengan warna yang terang .

Selamat memilih batik buat anak dan ingat jangan salah pilih y.(fir.06)

Incoming search terms:

Tips Memilih Batik Asli

Posted by admin2 on February 23, 2012 in Artikel with No Comments


Sebagai warga indonesia kita kagum dengan keanekaragaman batik di indonesia karena batik adalah salah satu baju asli indonesia. Sekarang banyak batik dari negara lain yang masuk di pangsa pasar indonesia. Dibawah tips memilih batik asli indonesia

Perhatikan warna batik. Batik yang asli memiliki warna yang natural, solid dan kuat. Sedangkan tekstil bermotif batik warnanya sintetik, tidak alami, buram dan tidak solid. Selain itu motif batik yang asli terlihat kurang “rajin” atau kurang beraturan, disebabkan karena pengerjaannya dengan menggunakan tangan. Disinilah letak nilai seni batik yang tinggi, karena dikerjakan secara manual dengan tangan pengrajin (walaupun ada juga yang beraturan, namun kesan originilan hand made tetap terlihat). Sedangkan motif pada tekstil, terlihat terlalu sempurna, hampir tidak ada cacat. Inilah yang menghilangkan nilai seni batik.

Pegang dan rasakan tekstur kainnya. Batik yang asli bila dipegang, kainnya akan mudah jatuh, tidak kaku serta teskturnya lembut. Sedangkan bila tekstil, bila dipegang kainnya kaku serta memiliki tekstur yang relatif kasar. Hal ini disebabkan sifat pewarna yang hanya menempel pada lapisan luar kain, tidak meresap pada kain seperti halnya batik yang aseli.

Rasakan baunya, pada permukaan kain. Batik yang asli memiliki bau yang khas yaitu bau lilin. Sedangkan tekstil bermotif batik mengeluarkan bau minyak yang kuat.

Coba perhatikan sisi kain sebaliknya. Batik yang asli, sisi dalamnya memiliki motif dan warna yang hampir sama dengan sisi luarnya. Sedangkan tekstil bermotif batik, bila diperhatikan motif dan warna sisi dalam berbeda jauh dengan sisi luarnya.

Untuk Batik Aseli, Biasanya Harga lebih mahal. Jangan terlalu senang bila menjumpai Batik dengan harga murah. Walaupun harga merupakan hal yang cukup relatif, namun perlu diperhatikan bahwa batik yang asli relatif berharga lebih mahal dari pada tekstil bermotif batik. Karena diproses secara tradisional menyebabkan biaya pengerjaan juga lebih mahal. Lain halnya dengan tekstil bermotif batik, karena proses pengerjaannya dengan mesin, harga jualnya menjadi lebih murah. Semoga bermanfaat bagi yang membaca.(fir.05)

Incoming search terms:

Pesona Batik Papua

Posted by admin2 on February 21, 2012 in Artikel with No Comments


Batik memang mendarah daging di Pulau Jawa. Namun, dengan booming batik beberapa tahun lalu, batik melanglang ke seluruh penjuru Nusantara, termasuk menyelusup ke Papua.

Berbeda dengan batik khas Jawa Tengah yang berlatar gelap atau batik pesisir yang penuh warna-warni, batik Papua memiliki ragam hias berbeda. Bila pada umumnya ragam hias motif batik merupakan simbolisasi tradisi, di Papua motifnya justru diadaptasi dari produk budaya khas daerah tersebut.

Ramli, desainer yang telah lama bergelut dengan batik Papua, mengatakan, kontras dengan batik Jawa yang merupakan saripati tradisi keraton, batik Papua hadir lebih kontemporer.

“Motifnya diambil dari bentuk alat musik Papua, seperti tifa atau dari binatang-binatang yang ada di sana seperti kadal dan cendrawasih,” tutur Ramli.

Batik Papua kini sudah jauh lebih terekspos dibandingkan saat pertama kali muncul pada tahun 1985. Ketika itu pemerintah Indonesia mendapatkan bantuan dari The United Nations Development Programme (UNDP) untuk pemberdayaan kebudayaan di daerah Indonesia timur.

“Sekarang peminat batik Papua sudah banyak, tapi harganya masih mahal karena batik Papua kebanyakan adalah batik tulis, bukan cetak,” kata Ramli.

Ramli bukanlah satusatunya desainer yang menggarap batik Papua. Di Kota Jayapura -kini menjadi sentra batik Papua- cukup banyak pelaku mode yang berusaha mengembangkan batik Papua. Salah satunya Jimmy Hendrick Afaar yang menggelar fashion show di ajang Festival Papua 2011 di Pacific Place, beberapa waktu lalu.

Adapun Festival Papua 2011yangmengangkat tema “Warna-Warni Papua” tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial dari PT Freeport Indonesia. Pria yang memulai usaha batik pada 21 April 2007 tersebut tidak hanya ingin memperkenalkan batik Papua, juga batik Port Numbay yang merupakan nama lain dari Kota Jayapura.

“Desain batik asal Port Numbay punya keunikan tersendiri, baik dari segi motif maupun pewarnaan yang masih menggunakan teknik pewarnaan alami,” ungkapnya.

Jimmy mengatakan, perbedaan utama batik Papua dan batik Jawa terletak pada motif. “Papua punya banyak suku sehingga kami bisa menjadikan beragam motif batik yang unik. Setiap suku memiliki keunikan yang dapat diceritakan dalam sehelai kain,” papar Jimmy.

Dia juga berharap lewat batik, Papua lebih bisa dikenal. “Meski kita tahu, batik sangat banyak di Jawa,” imbuhnya.

Usaha Jimmy berbuah manis. Dia tidak hanya sukses memasarkan batik Papua ke Jakarta dan Surabaya, namanya pun telah terdengar hingga Eropa. Juni mendatang, Jimmy diundang melakukan pameran di Italia. Karena itu, wajar jika Jimmy terus berusaha meningkatkan kualitas batik produksinya. Dia “berguru” batik ke Pekalongan dan bahkan belajar mendesain dari Poppy Dharsono.

Sementara, para perajinnya pun tak ketinggalan terus dilatih dengan mendatangkan pelatih batik dari Yogyakarta, juga mengirimkan para pekerjanya ke pusat pelatihan batik di Pulau Jawa. Kini Jimmy telah memiliki 15 karyawan dengan kapasitas produksi batik per bulan sebanyak 2.000 helai batik cap dan 16 helai batik tulis berbahan katun dan sutra. Harganya antara Rp200.000 sampai Rp 2,25 juta per helai. (fir.04)

Incoming search terms:

Tips Merawat Batik

Posted by admin2 on February 21, 2012 in Artikel with No Comments


Setelah satu tahun mendapat pengakuan dari UNESCO, batik tetap harus dilestarikan sebagai warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah. Seiring dengan perkembangan batik yang begitu pesat dan beragam, kita terkadang tidak memerhatikan perawatannya.

Padahal tahukah Anda, cara melestarikan batik yang paling mudah adalah dengan merawatnya. Agar batik tetap terlihat cantik dan tidak pudar warnanya. Di bwah ini adalah beberapa tips untuk merawat batik.
1. Batik tidak boleh terkena panas secara langsung saat diseterika, oleh karena itu lapisi terlebih dahulu dengan kain sebelum menyeterikanya. Dalam proses pencucian, jangan lupa membaliknya, ini dilakukan agar warna batik tidak pudar.

2. Saat mencuci batik, tidak disarankan untuk menggunakan bahan detergen. Sedangkan untuk batik yang terbuat dari bahan sutra, ada baiknya tidak menggunakan lerak saat membersihkannya. Karena, hal ini tidak memberikan hasil yang maksimal dan bisa merusak serat pakaian dan membuatnya menjadi kusut. Oleh karena itu, akan lebih baik jika batik sutra milik Anda di-dry clean.

3. Dalam proses pencucian, batik sendiri tidak boleh dikucek. Jika Anda melakukannya, ini bisa membuat warna batik jadi pudar. Selain itu, dalam proses pencucian batik juga tidak disarankan masuk dalam mesin cuci.

4. Cara penyimpanan batik cukup mudah. Untuk batik tulis, Anda bisa menyimpannya dengan cara menggulung batik menggunakan kertas roti atau mencontek cara orang dulu, menyimpan batik dengan menggunakan kayu cendana. Saat disimpan, akan lebih baik jika batik dua bulan sekali diangin-anginkan.

5. Yang perlu diperhatikan saat mengenakan batik adalah, jika Anda mengenakan parfum tidak boleh menyemprotkan secara langsung ke batik yang Anda kenakan. Karena batik amat rentan dengan bahan kimia dan tentu saja ini bisa merusak batik Anda..(fir.03)

Incoming search terms:

Corak Batik Indonesia Lebih Unggul

Posted by admin2 on February 21, 2012 in Artikel with No Comments


Beragam jenis batik di Indonesia ataupun luar negri. Pangsa pasar batik di Indonesia telah banyak di masukin batik-batik dari negara china. Tetapi, pemerintah yakin tekstil bermotif batik buatan Indonesia bisa menahan impor tekstil bermotif batik dari China.Dikarenakan batik buatan indonesia lebih berkualitas dan lebih baik model nya di banding batik-batik dari negara lain.

Industri di Indonesia juga sering memproduksi tekstil motif batik. Sehingga nantinya industri tekstil dalam negeri dengan China akan bersaing corak batik.

Tekstil bercorak batik juga banyak di dalam negeri dan kita pasti bisa menghasilkan tekstil bercorak batik yang lebih banyak, karena sumber corak kita lebih banyak dibanding tekstil dari China . kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, di sela raker Komisi VII DPR, di Gedung DPR.

Batik di Indonesia lebih alami di banding batik dari negara lain , karena batik di Indonesia berciri khas Indonesia yaitu negara kepulauan yang bgtu banyak macam pulau dan pepohonan yang subur. Corak batik di indonesia lebih mencolok dan rapi di banding corak batik negara lain.

Mentri perdagangan menegaskan, pemerintah berupaya untuk mencari langkah proteksi produk dari China ini. Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah akan meningkatkan daya saing produk dalam negeri dan kesadaran masyarakat bahwa produk tersebut bukan batik, melainkan tekstil bercorak batik. Maka hal tersebut harus kita yakini bersama – sama, agar kesadaran dan kecintaan rakyat indonesia untuk tetap cinta terhadap batik sendiri.(fir.02)

Incoming search terms:

Batik Madura Terkontaminasi Daerah Lain

Posted by admin2 on February 21, 2012 in Artikel with No Comments


Ada beragam jenis batik di indonesia salah satunya adalah batik madura . Batik madura adalah batik yang di produksi di madura dan mencirikan adat madura. Pamor batik madura memang belum terkenal seperti batik dari Pekalongan, Solo, dan Yogyakarta. Namun, peluang untuk lebih diminati masyarakat internasional sangat besar , dikarenakan batik madura mempunyai keunggulan tersendiri dalam pemilihan warna dan motif.

Sayangnya saat ini yang terjadi, batik madura kini sudah mulai terkontaminasi dengan batik dari daerah lain. Hal itu disampaikan Elisia dari International Design School Amerika saat melakukan kunjungan ke kios batik di pasar tradisional 17 kecamatan Kota Pamekasan.
Elisia mengaku sangat prihatin dengan keberadaan batik madura saat ini. Dikarenakan , sekarang banyak batik yang di jual di kios tidak murni khas Madura melainkan campuran dari batik daerah lain.

Banyak ditemukan campuran khas batik luar daerah, seperti campuran batik khas Solo,
Yogyakarta, Bali dan Mataram.

Elisia menilai, batik madura punya peluang besar diminati masyarakat internasional, meski saat ini keunggulan batik madura masih di bawah 50 persen dibandingkan batik di luar Madura, seperti Pekalongan, Yogyakarta, Bali, dan Mataram yang sudah 80 persen.

Daya tarik batik madura, kata Elisia, terletak pada warna, motif, dan guratan batik. Karenanya, dia berharap agar pembatik jangan sampai melupakan ciri khas batik madura sesungguhnya dan disesuaikan dengan corak kebudayaan asli Madura.(fir.01)

Incoming search terms: