Pusat Informasi Batik

Klik—>PasarBatikPekalongan.Com

Batik Solo nan Melegenda

Posted by admin2 on February 29, 2012 in Artikel with No Comments


BATIK merupakan salah satu identitas bangsa Indonesia. Salah satunya batik Solo yang namanya melegenda di kalangan pencinta karya etnik.

Bagi masyarakat Solo, membatik merupakan bagian dari keseharian yang turut menjadi tulang punggung kehidupan. Batik ada di mana-mana. Setia bersama masa dan meraja melebihi raja. Batik bukan hanya tentang kain dengan berbagai motif di atasnya, karena berbagai filosofi tertanam di dalamnya.

Batik solo memiliki keunikan dibanding daerah-daerah lain yang membuatnya mengandung nilai historis di luar kekuatan estetika yang jelas-jelas tersaji. Berdasarkan beberapa sumber, batik dan teknik pembuatannya memang tidak sepenuhnya ditemukan oleh bangsa Indonesia, namun di sinilah batik solo berkembang dan menemukan tempatnya di dalam perjalanan panjang kebudayaan bangsa.

Batik telah dikenal sejak jaman Kerajaan Majapahit, bahkan teknik membatik sendiri konon diperkenalkan saat kebudayaan India dan China masuk ke Nusantara, karena teknik mewarnai dengan menggunakan malam telah dipergunakan di Negeri Tirai Bambu sejak zaman Dinasti Tang.

Batik berasal dari kata “ambatik”, artinya kain dengan titik-titik kecil. “Tik” sendiri artinya titik dan batik merupakan kain yang diberi motif dengan menitikkan malam di atasnya.

Dahulu, batik hanya dipergunakan oleh kalangan kerajaan, karena teknik pembuatan dan motif yang terkandung di dalamnya. Sebuah catatan sejarah bahkan mengatakan bahwa Sultan Agung sebagai Raja Mataram yang sangat terkenal, mempergunakan batik sebagai pakaian kebesaran.

Pembatikan biasanya dilakukan di atas dua bahan, yakni katun dan sutera. Kedua bahan tersebut memiliki tingkat penyerapan malam terbaik yang akan sangat membantu dalam proses pewarnaan.

Bahan tersebut harus melalui pencucian hingga beberapa kali untuk menghilangkan semua kotoran yang menempel sebelum diproses lebih lanjut. Setelah itu, outline motif diletakkan menggunakan arang atau pensil, sebelum ditimpa dengan malam.

Terdapat tiga teknik pembuatan batik, yakni tubs, cap, dan printing. Namun, hanya teknik tulis dan cap yang dipergunakan pada batik solo. Batik tulis merupakan proses yang lebih rumit dibandingkan batik cap. Pembuat barus memiliki keterampilan dalam menggunakan canting, semacam pena untuk menggambar motif dengan malam atau lilin.

Canting sendiri konon merupakan ciptaan asli suku Jawa. Teknik pewarnaan menggunakan malam boleh berasal dari budaya asing, namun alat mungil ini merupakan hasil karya anak bangsa yang pantas dibanggakan.

Seiring waktu, batik tidak lagi hanya digunakan oleh keluarga dan penghuni kerajaan, namun menjadi milik publik dan dipergunakan oleh segala kalangan. Memenuhi permintaan yang semakin meningkat, teknik pembuatan batik pun mengalami perkembangan, yakni dengan cap yang terbuat dari tembaga.

Berbagai motif dengan mudah diaplikasikan kepada bahan dengan mencapnya. Kuncinya, cap itu harus dibuat dengan sangat teliti dan hati-hati karena antara satu dan lainnya harus benar-benar sama.

Batik yang dibuat menggunakan teknik cap, tulis, atau penggabungan keduanya dengan mudah dapat Anda temukan di berbagai toko busana dan pasar tradisional yang ada di Solo. Harga dapat bervariasi, tergantung teknik pembuatan dan bahan yang dipergunakan. Batik yang dibuat dengan teknik tulis dan memiliki warna beragam memiliki harga lebih mahal karena pertimbangan waktu, usaha, dan nilai estetika di dalamnya.(fir.19)

Incoming search terms:

Jenis – Jenis Corak Batik

Posted by admin2 on January 11, 2012 in Artikel with No Comments


Batik dalam dunia fashion dan modern sekarang ini sangatlah banyak disukai oleh banyak kalangan. Meliputi kalangan remaja, dewasa, maupun orang tua, banyak yang menggunakan batik itu dalam acara formal maupun non-formal. seperti acara pernikahan teman, acara syukuran, atau acara formal dan non-formal lainnya. tetapi taukah Anda bahwa dalam pembuatan sebuah batik itu mempunyai metode/cara dan beberapa batik juga ada yang di kelompokkan pada beberapa kategori ? Yah mungkin Anda berfikir dalam membuat sebuah batik itu, kita hanya menggunakan sebuah kain putih yang nantinya akan di ukir, di cap, ataupun di sablon pada sebuah pencetak ukiran batik. Read the rest of this entry »

Incoming search terms: